jebakan produktivitas

tadi gua baca tulisan iqbal aji daryono di facebook, tentang beberapa tokoh yang begitu teramat sangat produktif. ada yang nulis ratusan artikel, belajar bahasa asing, khatam qur'an berkali2 tiap bulan, sampe nulis buku lewat whatsapp.
tapi, mereka kan adalah orang2 yang begitu teramat sangat sibuk, kok bisa? cuma satu: disiplin waktu. mas iqbal menyebutnya sebagai rutinitas yang "kenceng".

tulisannya ditutup dengan mengingatkan bahwa membaca tentang kehidupan mereka bikin kita merasa udah hidup secara tidak berguna.

bener sih, tapi gua udah nggak kaget. gua udah berkali2 lulus dari universitas jebakan produktivitas.

tulisan macem yang ditulis mas iqbal itu adalah jenis2 informasi yang bakal bikin gua mengalami dua hal. pertama, seperti yang dia bilang, merasa bahwa hidup gua bener2 seperti tai kuda dan kedua, terlecut semangat buat membuat tabel kegiatan biar bisa "kenceng" juga gitu.

tapi, seperti yang udah gua bilang, gua udah berkali2 ada di situasi itu, dan semuanya gagal. umumnya, gua langsung berhenti menjalani rencana awal di hari pertama. jarang tuh bisa bertahan beberapa hari.

alasannya macem2, bisa karena merasa "besok coba lagi" hingga memanipulasi diri dengan pemikiran bahwa gaya hidup ini nggak (akan pernah) sesuai sama gua, sambil mengutip lagu padi:

bukankah hidup ada perhentian,
tak harus kencang terus berlari

begitu seterusnya sampe gua ketemu informasi serupa tulisan mas iqbal lagi. makanya, kali ini, gua nggak mau nyoba keras2. santai aja.

(tulisan ini dibuat dengan harapan untuk membentuk kebiasaan menulis sekali sehari)

Komentar