kafir

jadi ceritanya selama ini sebagian umat islam merasa aneh jika ada umat bukan islam (dan sebagian umat islam lain) yang menolak sebutan kafir.



bagi sebagian umat islam, sebutan kafir bukanlah usaha mereka untuk menebarkan kebencian pada umat bukan islam, karena secara bahasa kafir berarti menutup. di sisi lain, ada pula argumen bahwa kafir adalah sebutan qurani dan lebih halus daripada nonmuslim.

oke, mari setuju dulu. tapi mari lihat sisi sebaliknya. tentu saja mereka yang menolak sebutan kafir punya alasan yang cukup masuk akal melakukannya.

sejujurnya, saya nggak punya data yang pasti soal ini. saya belum pernah bertanya pada satu umat bukan islam pun tentang mengapa mereka menolak disebut kafir. pun saya belum pernah bertanya pada umat islam lain tentang sikap mereka tersebut. tapi siang tadi saya mendapat jawabannya.

ceritanya, khatib (penceramah) shalat jumat saya mengangkat topik tentang surga. secara lebih spesifik, mereka yang mendapat jaminan masuk surga dan bagaimana kita bisa belajar dari mereka. bukan jenis topik paling menarik yang bisa diangkat buat khotbah jumat, tapi jauh lebih mending daripada ngomongin umat lain (atau bahas politik).

menurut pak khatib, golongan pertama yang dijamin masuk surga adalah mereka yang meninggal dalam keadaan syahid. menurut khatib, orang yang syahid adalah orang yang meninggal dalam keadaan membela agama islam, tapi dalam konteks yang sangat fisik sekali. jadi, mereka yang terbunuh ketika melindungi "ulama", menjaga rumah ibadah, atau "sekedar" d̶e̶m̶o̶  aksi damai, akan otomatis masuk surga.

sampai di situ, pikiran saya nggak banyak bereaksi (juga karena kita nggak boleh mendebat khatib ketika ceramah masih berlangsung). situasinya berubah ketika sang khatib menyebut kelompok-kelompok yang diposisikan sebagai lawan: kafir, musyrik*, dan orang jahat.

jadi, kalimatnya kira-kira seperti ini: "kalau kita terbacok pedang ketika melindungi masjid dari orang kafir, orang musyrik, atau orang jahat, kita syahid".

nah lho, kok kafir disetarakan dengan orang jahat?

saya bukan tipe orang yang suka menggeneralisasi, tapi jujur saja, banyak orang islam yang memang menggunakan kata kafir seperti itu. lihat saja istilah-istilah menghina seperti "cina kafir", yang jelas-jelas bukan sekedar ditujukan untuk merujuk.

atau, kita bisa membandingkan hasil pencarian untuk "cina kafir" (27.700) yang jauh mengalahkan "cina nonmuslim" (418), juga "kejahatan kafir" (1.330) yang jauh lebih banyak dari "kebaikan kafir" (332). melihat data** ini, agak "muna" aja gitu rasanya kalo umat islam masih berkeras bilang kafir nggak berkonotasi buruk.

tapi saya yakin, pak khatib pasti punya kualifikasi ilmu yang lebih tinggi daripada saya (makanya beliau jadi khatib kan), jadi tulisan ini nggak bermaksud untuk menyerang atau menebar kebencian pada beliau—atau pak ustad tengku yang videonya saya catut.

karena saya nggak mungkin menyebut beliau-beliau itu kafir, kan?

*) sejujurnya saya nggak begitu inget apakah musyrik disebut, tapi untuk kafir dan orang jahat, saya inget.
**) data anekdot, jangan diambil pusing

Komentar