18/10/17

di

di dalam perannya sebagai bagian dari bahasa Indonesia, "di" setidaknya memiliki dua fungsi: sebagai awalan dan digunakan sebagai kata depan. sayangnya, masih sangat banyak orang Indonesia yang menganggap remeh perbedaan ini.


saya sering sekali melihat papan pengumuman yang jamak terlihat di pagar-pagar: dikontrakkan, atau

dikontrakan.

di kontrakan.

di kontrakkan.

saya bukan ivan lanin, atau anak ui yang pintar ini, jadi tidak perlulah saya menjelaskan mengapa satu bentuk benar dan yang lainnya salah. posisi saya di sini adalah komentator, atau, menggunakan istilah yang lebih afdal untuk era pergaulan sekarang, tukang nyinyir. jadi, saya hanya berniat untuk menyinyiri penggunaan/peremehan bahasa tersebut.

jadi, untuk kalian yang masih tidak mau membedakan di sebagai kata depan dan sebagai awalan, fakyu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar