02/01/17

mengelola waktu


tentang pengelolaan/perencanaan keuangan, pernah suatu ketika saya berujar: "iya kalau ada uangnya, kalau tidak ada, mau merencanakan apa?" pernyataan tersebut, setelah saya tinjau kembali, adalah pernyataan yang sia2. tidak salah, namun sia2. lagi pesimistis.

pernyataan itu sia2 karena tidak ada keuntungan yang saya peroleh dari berucap demikian. berbeda bila, misalnya, alih2 saya mengatakan "hari ini saya akan menulis tiga cerpen"—yang bisa mendorong saya untuk benar2 produktif. untuk ukuran kebermanfaatan, membuat pernyataan itu lebih tidak berguna dibandingkan kentut.

pernyataan itu pesimis, di lain hal, karena saya mengisyaratkan bahwa satu2nya sumber daya yang perlu saya rencanakan atau kelola adalah uang. saya seolah2 mengajukan ide bahwa tidak memiliki uang sama dengan memiliki hidup yang tidak berguna; bahwa uang adalah bagian terpenting dari hidup saya, sehingga penggunaannya tidak bisa sembarangan. padahal ada banyak sumber daya lain yang saya miliki dan tidak terkelola dengan baik, seperti tenaga, ide,

dan waktu.

mengelola waktu bagaikan quest paling sulit dari role-playing game berjudul kehidupan ini. untuk melakukannya dengan baik kita butuh memiliki persiapan mana dan healing items yang banyak, menaikkan level karakter, upgrading senjata, dan siap mengalahkan berbagai wild encounters yang menyertai perjalanan panjang kita. kita pun harus maklum apabila harus melakukan perjalanan antarkota nir-fast travel untuk menyelesaikannya.

tapi, sebagaimana misi yang sulit, hadiahnya pun besar. bila berhasil, sisa perjalanan kita dijamin lebih mudah, asal pelajaran2 yang kita petik selama mengerjakan quest terus dilaksanakan.

dan sekarang, di tahun baru ini, saya mendatangi kembali quest mengelola waktu, yang selalu gagal saya selesaikan di tahun2 sebelumnya—padahal level saya sudah naik karena terus memainkan side quest. konsekuensinya, cerita dalam game ini tidak akan selesai bila saya tidak segera merampungkan tugas ini.

saya tidak tahu kapan permainan akan berakhir, tapi saya berharap sekali pengakhiran terjadi karena ceritanya sudah selesai, bukan listrik putus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar