24/11/16

tentang berbohong


berbohong berasal dari kata dasar bohong, tapi saya lebih tertarik memulai argumen ini dengan kata lain: bohongan. apa itu bohongan?

bagi saya, bohongan itu adalah sesuatu yang tidak menarik sama sekali. bohongan, seperti yang diisyaratkan melalui namanya, adalah sesuatu yang tidak asli. sesuatu yang tidak asli jelas tidak bisa memberi manfaat. mengapa? karena kalaupun ada, manfaatnya hanya bersifat sementara. kemudian, setelah manfaat tersebut sudah benar2 luntur, keburukan2 yang tadinya tertutup akan muncul dan merugikan.

contohnya orang bohongan, yang merupakan jenis orang yang paling wajib dihindari. mereka akan menunjukkan dirinya dalam bentuk yang paling memuaskan hati kita, hanya untuk membuat hati tersebut sakit di kemudian hari setelah "manfaat" yang mereka berikan luntur dan digantikan bentuk aslinya yang merisaukan.

tapi saya suka berbohong.

saya mendapat sensasi yang berbeda melalui berbohong. berbohong membuat saya mampu memperluas kemungkinan2 interaksi. sebagai contoh, ketika seorang supir taksi bertanya apa yang akan saya lakukan di tempat tujuan (sebenarnya: mengikuti sidang sim), saya menjawab: saya membantu pak hakim. situasi ini bisa membawa saya ke dua kemungkinan: supir taksi tidak paham dengan yang saya maksud sebagai "membantu pak hakim" dan mengajukan pertanyaan lanjutan, atau dia tidak paham lalu bilang "ooh.."

keduanya sama2 menarik. pada kemungkinan pertama, saya jadi punya kesempatan untuk melatih kepercayaan diri dan, terutama, kreativitas. berbohong mengharuskan saya untuk tampil dengan percaya diri, karena jika tidak, hilanglah esensi dari berbohong itu sendiri: untuk membuat orang lain percaya. pernyataan yang meyakinkan harus, meskipun sedikit, berdasar pada kenyataan. di sini lah kemampuan saya untuk memproduksi ide secara kreatif diuji.

pada kemungkinan kedua, sebagai orang yang pada dasarnya tidak terlalu suka berbicara dengan orang lain (terutama orang asing), terhentinya pembicaraan tentu menjadi sebuah kemewahan sendiri. kita semua tentu mahfum bahwa supir taksi hanya kalah dari tukang cukur di barbershop untuk urusan sok akrab.

(tentu saya tidak sedang nyinyir. saya tidak bisa menemukan istilah yang lebih mudah dipahami daripada sok akrab untuk menggambarkan kebiasaan mereka mengajak pelanggan mengobrol)

berbohong adalah membuat pernyataan bohongan. pernyataan yang didesain untuk membuat si penerima pernyataan merasa puas karena kita mampu memberi respon. ya, sesederhana itu memang. kita tidak perlu memberi jawaban yang "benar" atau sesuai dengan keinginan lawan bicara; kita hanya perlu merespon. karena memang itulah tujuan mereka mengajak kita berbicara. masalah apakah respon kita akan membuat obrolan menjadi panjang atau pendek, bahkan jujur atau tidak, itu urusan nomor 256.

mentalitas yang demikian ini bahkan tidak hanya berguna di situasi sosial. salah satu pelajaran yang saya dapatkan dari pengalaman mempelajari tes berbicara ielts adalah berbohong. penguji kita tidak mempermasalahkan apakah respon kita benar atau salah. mereka hanya ingin menilai kemampuan kita dalam merespon pertanyaan dan mengorganisasi ide (dalam bahasa inggris tentunya), bukan merinci fakta-fakta.

berbohong tidak lantas membuat saya atau kamu menjadi orang bohongan, karena berbohong adalah tentang membuat pernyataan bohongan, bukan hidup sebagai orang yang palsu.

berbohong, pada akhirnya, adalah seni berinteraksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar