23/11/16

halo, saya habis terkunci dan kehilangan helm. selamat datang.


pekan ini baru berusia tiga hari tapi sudah ada kejadian2 menarik yang terjadi pada saya. kejadian yang terjadi, sungguh kalimat yang tidak efisien.

tapi ya, begini cerita2nya.

senin, 21 november 2016

saya baru pulang dari perjalanan kerja ke pulau seberang. sebelumnya, saya menginap di rumah orang tua karena rumah saya terlalu jauh dari bandara. juga karena saya bisa makan2 enak sih. baik, kembali ke masa ketika saya baru pulang. saya menumpang taksi untuk pulang dari rumah orang tua. tidak ada yang aneh hingga saya turun dari taksi dan menyadari bahwa kunci rumah saya tertinggal.

saya pun menghabiskan waktu menunggu kunci datang dengan bersantai di teras rumah sambil bernostalgia bersama kudapan ringan masa kecil. masa tunggu? kira2 dua jam.

selasa, 22 november 2016

seperti yang saya lakukan di hari2 biasa, hari selasa itu hendaknya diisi dengan pergi ke tempat kerja. duduk2 menghadap laptop tanpa melakukan apa2 yang signifikan. oh iya, saya sudah lama tidak berada di tempat kerja dan bertemu teman2 karena harus "dinas" (diberi tanda kutip karena saya tidak begitu suka dengan kata itu) ke luar pulau selama enam harijadi bertemu kembali dengan mereka adalah kegiatan yang menyenangkan.

tapi tentu saja bukan itu kejadian menariknya.

pagi2 sekali, sebelum ke tempat kerja, saya menyempatkan diri untuk berbelanja. tempat belanja ini terletak di sebuah mal, sehingga saya harus memarkirkan motor di gedung parkir mal tersebut. seperti orang normal lainnya, saya menggantungkan helm di spion motorsesuatu yang sudah saya lakukan selama bertahun2 pula.

kemudian saya berbelanja. setelah selesai, saya kembali ke gedung parkir, menghampiri motor, dan langsung sadar: helmnya tidak lagi berada di spion, tetapi tergeletak begitu saja di jok.

yang lebih aneh lagi adalah, helm saya berubah bentuk. warnanya masih sama, dan masih model half-face juga, tapi elemen2 lain yang membentuk helm yang saya kenal sudah berubah semua: batoknya, talinya, mikanya. bahkan merknya.

ada beberapa teori yang muncul di kepala saya.

pertama, helm saya ditukar. jadi, ketika mengetahui bahwa situasi cukup mendukung (tidak banyak orang), ia melepaskan helmnya, meletakkan helm tersebut di jok motor saya, mengambil helm saya, dan memakainya di kepala.

motif si penukar helm ini mungkin adalah keinginan untuk memiliki helm yang ia nilai lebih bagus. kalau memang demikian, entah apa yang dia pikirkan karena, meskipun helm yang ia "beri" ke saya adalah helm standar pabrikan, helm saya lebih banyak lecetnya. bahkan, koleksi lecet si helm sempat bertambah saat saya melepaskan helm tadi pagi. apalagi, helm standar yang ia berikan sudah jelas lolos standar nasional (bukan berarti helm saya tidak ya).

tapi tentu saya mengapresiasi niat baik si penukar helm, karena, seperti namanya, dia tidak membiarkan saya mengarungi jalan tanpa helm. rasa kemanusiaan si penukar sama sekali tidak terusik oleh aksinya yang relatif jahat; ia masih memikirkan saya, sang korban, yang bisa mati di jalan karena gegar otakatau lebih parah, kena tilang polisi.

teori kedua, helm saya tidak sengaja dirusak. sang pelaku mungkin tidak sengaja menyenggol helm saya hingga (si helm) terjatuh, dan sebelum ia sempat mengembalikannya ke posisi semula, seorang pengendara motor lewat dan melibasnya (si helm) hingga hancur. si pengendara motor kabur, sedangkan sang pelaku tidak mau repot. jadilah ia membawa pulang helm saya (untuk dibuang) dan memberikan satu helmnya sebagai pengganti. tentu saja saya berasumsi sang pelaku memiliki dua helm, karena saya tahu dia adalah orang yang taat peraturan. orang yang taat aturan tidak akan membiarkan penumpangnya tidak berhelm.

selanjutnya, teori ketiga, adalah helm saya dibawa kembali ke masa lalu oleh petinggi nazi. bukti yang saya punya untuk mendukung teori ini masih belum cukup banyak, jadi maaf saya belum bisa menjelaskannya di sini.

apapun yang melatarbelakangi hilangnya helm saya, saya doakan semoga helm tersebut bermanfaat. selama saya pakai, saya tidak memiliki keluhan sedikitpun. kalaupun ada yang bisa saya keluhkan, saya menyayangkan kualitas cat helm yang sepertinya cukup rendah karena tersenggol sedikit saja langsung bocel.

ya, begitulah situasi tengah pekan saya. jangan berharap ada tulisan sejenis lagi karena saya hanya berusaha mengisi blog ini. sayang2 kan bayar domain .com tiap tahun tapi tidak dipakai. ah dasar manusia, selalu tersesat oleh sunk cost.

selamat datang di blog saya. masih banyak yang harus saya betulkan di sana-sini, tapi seperti semua hal dalam hidup ini, saya butuh waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar